You are currently viewing Cara Membuat Kerangka Skripsi

Cara Membuat Kerangka Skripsi

Membuat kerangka skripsi yang baik adalah langkah penting dalam proses penulisan skripsi. Kerangka skripsi membantu dalam menyusun ide-ide dan memastikan bahwa penelitian memiliki alur yang logis dan terstruktur. Berikut ini adalah komponen-komponen utama yang perlu ada dalam kerangka skripsi:

 

Panduan Umum Membuat Kerangka Skripsi

Judul

Judul skripsi harus mencerminkan topik utama dari penelitian. Judul yang baik adalah yang ringkas, jelas, dan mencerminkan inti dari penelitian. Misalnya, “Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota X.”

Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menguraikan konteks dan alasan pentingnya penelitian. Bagian ini menjelaskan mengapa topik tersebut layak diteliti, apa masalah yang ada, dan bagaimana penelitian ini dapat memberikan solusi atau pemahaman lebih lanjut. Misalnya, “Dalam beberapa tahun terakhir, prestasi akademik siswa di Kota X mengalami penurunan. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi adalah tingkat motivasi belajar siswa.”

Rumusan Masalah

Rumusan masalah menyajikan pertanyaan penelitian atau permasalahan yang akan dijawab melalui penelitian. Pertanyaan ini harus spesifik dan fokus. Contohnya, “Bagaimana pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi akademik siswa SMA di Kota X?”

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai melalui penelitian ini. Tujuan harus sesuai dengan rumusan masalah dan dapat diukur. Contoh tujuan penelitian adalah, “Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi akademik siswa SMA di Kota X.”

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian menguraikan kontribusi teoretis dan praktis dari penelitian. Bagian ini menjelaskan bagaimana hasil penelitian dapat digunakan oleh akademisi, praktisi, atau pihak lain yang berkepentingan. Misalnya, “Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi guru dan orang tua tentang pentingnya motivasi belajar serta strategi untuk meningkatkannya.”

Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka menyajikan kajian literatur yang relevan dan mendukung penelitian. Bagian ini mencakup penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait dengan topik yang diteliti. Misalnya, kajian tentang teori motivasi belajar dan penelitian empiris tentang hubungan antara motivasi dan prestasi akademik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dituliskan dalam Tinjauan Pustaka:

  • Kajian Teoretis: Kajian teoretis membahas teori-teori utama yang terkait dengan topik penelitian. Misalnya, jika penelitian tentang motivasi belajar, kita perlu menyebutkan teori-teori seperti Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, Teori Motivasi Herzberg, dan Teori Self-Determination. Penjelasan singkat mengenai teori-teori tersebut juga perlu disertakan.
  • Studi Empiris Terdahulu: Bagian ini menuliskan penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik skripsi. Kita tidak perlu menjelaskan apa yang ditemukan oleh penelitian-penelitian tersebut, namun cukup menuliskan daftar pustaka dari penelitian tersebut saja. Contohnya:

Johnson, R. (2015). “Motivasi dan Prestasi Belajar.” Journal of Educational Psychology, 102(3), 412-424.

Smith, A. (2018). “Peran Motivasi dalam Pembelajaran.” Educational Research Review, 9(2), 150-160.

  • Identifikasi Kesenjangan Penelitian: Identifikasi kesenjangan penelitian mencari apa yang belum diteliti atau masih kurang dalam penelitian sebelumnya. Misalnya, “Meskipun banyak penelitian tentang motivasi, masih sedikit yang meneliti bagaimana motivasi dipengaruhi oleh lingkungan belajar.”

Kerangka Teoritis

Kerangka teoritis adalah model konseptual yang menggambarkan hubungan antara variabel-variabel penelitian, dibangun berdasarkan teori-teori yang telah dibahas dalam kajian teoretis. Misalnya, sebuah model yang menunjukkan bagaimana motivasi belajar mempengaruhi prestasi akademik dengan variabel-variabel moderasi seperti dukungan keluarga dan lingkungan sekolah.

Hipotesis (jika ada)

Hipotesis adalah pernyataan yang dapat diuji melalui penelitian (khusus untuk penelitian kuantitatif). Contohnya, “Motivasi belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik siswa SMA di Kota X.”

Metode Penelitian

Bagian metode penelitian menjelaskan pendekatan dan desain penelitian, lokasi dan waktu penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Contoh:

  • Pendekatan dan desain penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain survei.
  • Lokasi dan waktu penelitian: SMA di Kota X, dari Januari hingga Juni 2024.
  • Populasi dan sampel: Siswa kelas 10 dan 11, dengan sampel acak sebanyak 200 siswa.
  • Teknik pengumpulan data: Kuesioner yang mengukur tingkat motivasi belajar dan prestasi akademik.
  • Teknik analisis data: Analisis regresi untuk melihat pengaruh motivasi terhadap prestasi.

Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat membuat kerangka skripsi yang terstruktur dan sistematis, yang akan membantu dalam proses penulisan dan penelitian lebih lanjut.

 

Panduan Terstruktur Untuk Membuat Kerangka Skripsi

Penyusunan kerangka skripsi memerlukan langkah-langkah yang terstruktur dan jelas agar penelitian yang dilakukan dapat tersusun secara sistematis dan memenuhi standar akademis. Berikut adalah panduan untuk menyusun kerangka skripsi dengan kalimat yang saling terhubung:

1. Judul

Pertama-tama, Anda perlu menentukan judul skripsi. Judul sangat penting karena mencerminkan inti dari penelitian yang akan dilakukan. Cara untuk menentukan judul adalah dengan memilih topik yang relevan dengan bidang studi Anda dan memiliki signifikansi baik secara teoritis maupun praktis. Judul harus singkat, jelas, dan mencerminkan fokus penelitian.

2. Latar Belakang Masalah

Setelah menentukan judul, langkah berikutnya adalah menyusun latar belakang masalah. Dalam bagian ini, jelaskan konteks atau situasi yang melatarbelakangi penelitian. Identifikasi masalah utama yang ingin diteliti dan jelaskan mengapa masalah tersebut penting untuk diteliti. Paparkan data atau informasi yang mendukung urgensi masalah tersebut, sehingga pembaca memahami pentingnya penelitian yang akan dilakukan.

3. Rumusan Masalah

Setelah memahami latar belakang masalah, selanjutnya adalah merumuskan masalah. Rumusan masalah berupa pertanyaan-pertanyaan penelitian yang ingin dijawab. Pastikan rumusan masalah spesifik dan fokus, serta dapat dijawab melalui penelitian yang akan dilakukan. Pertanyaan ini akan menjadi panduan dalam proses penelitian.

4. Tujuan Penelitian

Berikutnya, tentukan tujuan penelitian. Tujuan penelitian adalah apa yang ingin dicapai melalui penelitian ini. Tujuan harus sesuai dengan rumusan masalah. Tuliskan tujuan utama dan jika diperlukan, tambahkan tujuan khusus yang lebih spesifik. Misalnya, tujuan utama dapat berupa “mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi X,” sementara tujuan khusus bisa “menganalisis dampak Y terhadap X.”

5. Manfaat Penelitian

Setelah tujuan, paparkan manfaat penelitian. Manfaat penelitian menjelaskan kontribusi penelitian ini baik secara teoritis maupun praktis. Jelaskan bagaimana hasil penelitian dapat digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan atau memberikan solusi praktis terhadap masalah yang ada.

6. Tinjauan Pustaka

Selanjutnya, lakukan tinjauan pustaka. Bagian ini berisi ulasan literatur yang relevan dengan topik penelitian. Caranya adalah dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik. Tujuannya adalah untuk memahami apa yang sudah diketahui dan menemukan celah penelitian yang dapat dijelajahi lebih lanjut.

6 a. Kajian Teoretis

Dalam kajian teoretis, Anda perlu menyusun landasan teori yang mendukung penelitian. Identifikasi teori-teori dan konsep-konsep yang relevan dan gunakan sebagai dasar untuk menganalisis masalah penelitian. Jelaskan bagaimana teori-teori tersebut akan diaplikasikan dalam penelitian.

6 b. Studi Empiris Terdahulu

Bagian ini membahas penelitian-penelitian empiris yang telah dilakukan sebelumnya dan relevan dengan topik penelitian Anda. Jelaskan temuan-temuan utama dari studi-studi tersebut dan bagaimana mereka berkaitan dengan penelitian Anda. Identifikasi kekuatan dan kelemahan studi terdahulu untuk menemukan celah yang akan diisi oleh penelitian Anda.

6 c. Identifikasi Kesenjangan Penelitian

Setelah melakukan tinjauan pustaka dan kajian teoretis, identifikasi kesenjangan penelitian. Jelaskan aspek-aspek yang belum diteliti atau masalah yang belum terpecahkan dari penelitian terdahulu. Kesenjangan ini akan menjadi fokus utama dari penelitian Anda.

7. Kerangka Teoritis

Selanjutnya, susun kerangka teoritis. Kerangka teoritis adalah gambaran konseptual yang menunjukkan hubungan antara variabel-variabel yang akan diteliti. Buatlah diagram atau model yang menggambarkan hubungan tersebut dan jelaskan secara rinci.

8. Hipotesis (jika ada)

Jika penelitian Anda bersifat kuantitatif, rumuskan hipotesis. Hipotesis adalah dugaan sementara yang akan diuji melalui penelitian. Hipotesis harus jelas, spesifik, dan dapat diuji secara empiris. Misalnya, “Ada hubungan positif antara variabel X dan Y.”

9. Metode Penelitian

Dalam bagian ini, jelaskan metode penelitian yang akan digunakan. Metode penelitian mencakup pendekatan, desain, lokasi, populasi, sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

9 a. Pendekatan dan Desain Penelitian

Pertama, tentukan pendekatan penelitian (kuantitatif, kualitatif, atau campuran) dan desain penelitian (eksperimen, survei, studi kasus, dll.). Jelaskan alasan pemilihan pendekatan dan desain tersebut.

9 b. Lokasi dan Waktu Penelitian

Selanjutnya, jelaskan lokasi dan waktu penelitian. Sebutkan tempat di mana penelitian akan dilakukan dan periode waktu pelaksanaan penelitian.

9 c. Populasi dan Sampel

Tentukan populasi dan sampel penelitian. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian, sementara sampel adalah bagian dari populasi yang akan diteliti. Jelaskan teknik sampling yang digunakan untuk memilih sampel.

9 d. Teknik Pengumpulan Data

Jelaskan teknik pengumpulan data yang akan digunakan, seperti kuesioner, wawancara, observasi, atau dokumentasi. Jelaskan alasan pemilihan teknik tersebut dan bagaimana data akan dikumpulkan.

9 e. Teknik Analisis Data

Terakhir, jelaskan teknik analisis data yang akan digunakan. Sebutkan metode analisis statistik atau teknik kualitatif yang akan digunakan untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan. Jelaskan bagaimana teknik tersebut akan membantu menjawab rumusan masalah dan mencapai tujuan penelitian.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda akan dapat menyusun kerangka skripsi yang terstruktur dan komprehensif. Setiap bagian harus saling terhubung dan mendukung keseluruhan penelitian, sehingga menghasilkan skripsi yang berkualitas.

 

Pertanyaan Validasi untuk Membuat Kerangka Skripsi

Jika Anda masih kesulitan dalam membuat kerangka skripsi memakai panduan yang telah kami sertakan diatas, Anda bisa menggunakan cara lain, yaitu dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan ini kepada diri Anda sendiri.

1. Judul

  • Apa topik utama yang menarik minat saya dalam bidang studi ini?
  • Apakah topik ini memiliki signifikansi teoritis atau praktis yang jelas?
  • Bagaimana saya dapat merumuskan judul yang singkat, jelas, dan spesifik?
  • Apakah judul ini mencerminkan fokus dan isi penelitian yang akan saya lakukan?

2. Latar Belakang Masalah

  • Apa konteks atau situasi yang melatarbelakangi penelitian ini?
  • Apa masalah utama yang ingin saya teliti?
  • Mengapa masalah ini penting untuk diteliti?
  • Data atau informasi apa yang mendukung urgensi penelitian ini?
  • Bagaimana masalah ini berdampak pada bidang studi atau masyarakat luas?

3. Rumusan Masalah

  • Pertanyaan apa yang ingin saya jawab melalui penelitian ini?
  • Apakah pertanyaan ini spesifik dan fokus?
  • Apakah pertanyaan ini dapat dijawab melalui penelitian yang saya rencanakan?
  • Bagaimana rumusan masalah ini mencerminkan inti dari penelitian saya?

4. Tujuan Penelitian

  • Apa tujuan utama yang ingin saya capai melalui penelitian ini?
  • Apakah tujuan ini sesuai dengan rumusan masalah yang telah dibuat?
  • Adakah tujuan khusus yang lebih spesifik yang perlu dicapai?
  • Bagaimana hasil penelitian ini dapat memenuhi tujuan yang telah ditetapkan?

5. Manfaat Penelitian

  • Bagaimana hasil penelitian ini dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan?
  • Apa manfaat praktis yang dapat dihasilkan dari penelitian ini?
  • Siapa yang akan mendapat manfaat dari hasil penelitian ini?
  • Bagaimana penelitian ini dapat memberikan solusi terhadap masalah yang ada?

6. Tinjauan Pustaka

  • Sumber literatur apa saja yang relevan dengan topik penelitian saya?
  • Bagaimana saya dapat mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel, dan penelitian terdahulu?
  • Apa temuan utama dari literatur yang telah saya tinjau?
  • Bagaimana temuan ini berkaitan dengan penelitian saya?

6 a. Kajian Teoretis

  • Teori-teori atau konsep-konsep apa yang relevan dengan topik penelitian saya?
  • Bagaimana saya dapat menggunakan teori-teori ini sebagai dasar untuk menganalisis masalah penelitian?
  • Apa hubungan antara teori-teori tersebut dan topik penelitian saya?
  • Bagaimana saya dapat menjelaskan penerapan teori-teori ini dalam penelitian saya?

6 b. Studi Empiris Terdahulu

  • Penelitian empiris apa saja yang telah dilakukan sebelumnya dan relevan dengan topik saya?
  • Apa temuan utama dari studi-studi tersebut?
  • Bagaimana temuan-temuan ini berkaitan dengan penelitian saya?
  • Apa kekuatan dan kelemahan dari studi-studi terdahulu yang dapat saya identifikasi?

6 c. Identifikasi Kesenjangan Penelitian

  • Aspek-aspek apa yang belum diteliti atau masalah apa yang belum terpecahkan dalam penelitian terdahulu?
  • Apa kesenjangan penelitian yang ingin saya isi melalui penelitian ini?
  • Bagaimana saya dapat menjustifikasi pentingnya penelitian ini dalam mengisi kesenjangan tersebut?

7. Kerangka Teoritis

  • Bagaimana saya dapat menggambarkan hubungan antara variabel-variabel yang akan diteliti?
  • Apa model atau diagram yang dapat saya gunakan untuk menggambarkan hubungan tersebut?
  • Bagaimana saya dapat menjelaskan secara rinci hubungan antara variabel-variabel ini?

8. Hipotesis (jika ada)

  • Apa dugaan sementara yang ingin saya uji melalui penelitian ini?
  • Apakah hipotesis saya jelas, spesifik, dan dapat diuji secara empiris?
  • Bagaimana hipotesis ini berkaitan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian saya?

9. Metode Penelitian

9 a. Pendekatan dan Desain Penelitian

  • Pendekatan penelitian apa yang paling sesuai untuk penelitian saya (kuantitatif, kualitatif, atau campuran)?
  • Desain penelitian apa yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan penelitian saya (eksperimen, survei, studi kasus, dll.)?
  • Mengapa saya memilih pendekatan dan desain ini?

9 b. Lokasi dan Waktu Penelitian

  • Di mana saya akan melakukan penelitian ini?
  • Kapan penelitian ini akan dilaksanakan?
  • Apakah lokasi dan waktu tersebut mendukung pelaksanaan penelitian saya?

9 c. Populasi dan Sampel

  • Siapa yang menjadi populasi penelitian saya?
  • Bagaimana saya akan memilih sampel dari populasi tersebut?
  • Teknik sampling apa yang akan saya gunakan dan mengapa?

9 d. Teknik Pengumpulan Data

  • Teknik pengumpulan data apa yang paling sesuai untuk penelitian saya (kuesioner, wawancara, observasi, dokumentasi)?
  • Mengapa saya memilih teknik ini?
  • Bagaimana saya akan mengumpulkan data yang diperlukan?

9 e. Teknik Analisis Data

  • Teknik analisis data apa yang akan saya gunakan (analisis statistik atau kualitatif)?
  • Bagaimana teknik ini akan membantu saya menjawab rumusan masalah dan mencapai tujuan penelitian saya?
  • Apa langkah-langkah yang akan saya lakukan dalam menganalisis data?

 

Tanya Jawab

Apa yang akan terjadi jika penulisan Tinjauan Pustaka tidak menyertakan Studi Empiris Terdahulu dan Identifikasi Kesenjangan Penelitian?

Beberapa universitas atau program studi seringkali hanya meminta mahasiswa untuk menyertakan kajian teoretis saja, tanpa memerlukan studi empiris terdahulu dan identifikasi kesenjangan penelitian.

Contohnya, dalam kerangka skripsi dari Universitas Brawijaya ini, pihak kampus tidak meminta mahasiswanya menyertakan Studi Empiris Terdahulu dan Identifikasi Kesenjangan Penelitian.

Contoh Kerangka Skripsi Universitas Brawijaya
Contoh Kerangka Skripsi Universitas Brawijaya

Meskipun hal ini mungkin memudahkan mahasiswa dalam tahap awal penyusunan skripsi, ada beberapa konsekuensi yang perlu dipertimbangkan. Beberapa diantaranya adalah mahasiswa kehilangan kesempatan untuk memperlihatkan bahwa topik yang diangkat memiliki dasar penelitian yang kuat.

Resiko lain nya adalah mahasiswa mungkin kesulitan menunjukkan kontribusi unik dari penelitian mereka karena tidak ada penjelasan mengenai area yang belum diteliti.

Untuk pembahasan selengkapnya tentang hal ini, silahkan baca: Resiko Tinjauan Pustaka dalam Kerangka Skripsi yang Tidak Lengkap

0 0 votes
Berikan Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments