You are currently viewing Klien (Mahasiswa) Kabur Setelah Kami Menyelesaikan Skripsi nya

Klien (Mahasiswa) Kabur Setelah Kami Menyelesaikan Skripsi nya

Kini kami mengeluarkan kebijakan untuk menyelesaikan pemesanan maksimal 50% dari uang muka yang dibayarkan oleh klien yang memesan jasa skripsi. Hal ini telah kami tuliskan di halaman Syarat dan Ketentuan, yang telah disepakati oleh setiap klien yang memesan jasa di Skripsi Express.

Sekiranya sudah ada beberapa kasus semacam ini yang kami alami. Namun, kali ini adalah kasus paling parah -yang akan menjadi kasus terakhir dengan penerapan kebijakan baru ini.

 

Layanan penyelesaian skripsi yang tidak dibayar

Bisa dikatakan, kami tengah lengah. Karena menganggap hubungan kami dengan klien yang tidak membayar ini, sudah sangat erat. Dia merupakan mahasiswa yang telah meminta bantuan kami dalam menyelesaikan skripsi nya dan sekaligus pembuatan proyek.

Tetapi sayang, kepercayaan kami dikhianati. Biaya penyelesaian skripsi, dan proses total penelitian, penulisan, pembuatan proyek tugas, sisa pembayaran nya tidak diberikan.

Berikut adalah runtutan ceritanya.

Dia adalah mahasiswa yang membutuhkan bantuan kami

Seperti yang telah kami tuliskan, klien ini adalah mahasiswa yang membutuhkan bantuan kami. Sudah berkali- kali kami melakukan panggilan video dengan dia, untuk membahas kebutuhan nya.

Kami menghargai semua privasi klien kami. Termasuk tidak mencari tahu -menyelidiki secara mendalam- topik skripsi yang digeluti nya. Namun, secara sekilas, tampak nya dia bergerak dalam studi ekonomi.

Suatu ketika, dia meminta tim kami untuk membantu menyelesaikan skripsi nya, dan juga memindahkan semua data penelitian lama nya ke format baru. Tentu kami tidak menanyakan hal pribadi, mengapa dia ingin berpindah ke format lain.

Tetapi, agak aneh rasanya. Karena progress skripsi lama nya, sudah sangat jauh sekali. Meskipun agak curiga, kala itu kami mengabaikan hal ini.

Memulai proyek penyelesaian skripsi dan penelitian

Setelah melakukan diskusi beberapa hari, kami sepakat untuk membantu menyelesaikan skripsi sesuai permintaan klien tersebut. Dia juga meminta melakukan migrasi data penelitian nya yang lama, yang berisikan ratusan referensi.

Kesepakatan biaya nya kala itu adalah Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah). Klien ini sebelum nya menawar lebih rendah. Namun, kami tidak bisa menurunkan harga nya lagi.

Skripsi yang dia minta cukuplah rumit. Bukan seperti skripsi biasa. Ada tugas proyek IT yang harus kami kerjakan pula, agar skripsi tersebut berfungsi seperti yang dia minta.

3 bulan kami mengerjakan proyek ini. Dia memberikan uang muka 25% atau sekitar Rp. 5.000.000 sesuai kesepakatan, untuk kami memulai mengerjakan proyek ini.

Permintaan uji coba di komputer milik nya

Bagian ini lah yang menjadi momen dimana kami lengah. Setelah semua data kami pindahkan, dan melakukan perbaikan format dan ‘redirect’ (pengalihan referensi lama), dia meminta kami untuk menguji aplikasi tugas skripsi yang telah kami buat, di komputer milik nya.

Alasan yang dia berikan adalah, dia ingin menguji kekuatan komputer yang dia gunakan. Ya, sebuah alasan yang sebenarnya tidak terlalu kuat. Namun, karena dia adalah klien lama, maka kami penuhi permintaan nya tersebut.

Setelah semua file kami upload di komputer nya menggunakan Team Viewer, dia meminta waktu untuk mengecek hasil nya dalam satu hari. Karena tidak ada pilihan lain, kami setuju saja dengan hal ini.

Kontak nomor tidak aktif, dan data tugas skripsi diganti password nya

Besok nya, kami menghubungi lagi klien ini. Pesan yang kami kirimkan melalui WhatsApp, hanya tercentang satu. Yang artinya belum diterima.

Setelah menunggu hingga malam hari, dan kami juga mencoba menelpon nya melalui seluler, namun tampak nya nomor sudah tidak aktif lagi.

Karena merasa curiga, kami mencoba masuk ke data tugas skripsi klien tersebut. Dan ternyata, password nya sudah diganti.

Kami masih menunggu respon dia, dan tidak mengambil kesimpulan ‘terjadi penipuan’ terlebih dahulu. Tetapi setelah 2 minggu tidak ada jawaban, kami kemudian menyimpulkan bahwa klien ini telah menipu kami.

Sampai sekarang, pesan yang kami kirim di WhatsApp nya masih centang satu. Tampak nya dia telah membuang nomor nya yang lama, dan melakukan uninstall WhatsApp lama nya juga.

 

Penutup

Laporan ke kantor polisi yang tidak membuahkan hasil

Kerugian atas kejadian ini, kami taksir sebesar lebih dari Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah). Kami telah melaporkan kasus ini ke kantor polisi. Sayang nya, sampai detik ini, orang tersebut tidak kunjung ditemukan.

Tentu kami tidak melaporkan dengan alasan pembuatan skripsi, melainkan revisi skripsi dan pembuatan proyek IT. Jika melakukan nya, pelaporan yang kami lakukan mungkin tidak akan ditindaklanjuti.

Meskipun kami tahu nama klien ini, dan tahu wajah nya juga, tetapi data ini masih belum cukup digunakan untuk melacak keberadaan nya saat ini. Alamat yang dia cantumkan saat melakukan checkout pada order nya sebelumnya, tampak nya adalah alamat palsu.

Melacak keberadaan selanjutnya dari skripsi yang kami buat

Karena pihak kepolisian tidak kunjung mendapatkan kabar lanjutan, kami mencoba untuk melacak keberadaan orang ini dari skripsi yang kami buat kan untuk dia sebelum nya.

Kami juga melakukan pelacakan dari data penelitian baru yang kami pindahkan. Namun sayang nya, ini tidak membuahkan hasil.

Tampak nya dia menggunakan jasa penulis lain untuk mengedit nama dan desain skripsi tersebut. Karena kami tidak menemukan nya di database skripsi.

Untuk URL data penelitian yang baru, ternyata sekarang sudah tidak aktif. Kelihatan nya dia juga mengubah nama data penelitian nya lagi.

Pembelajaran yang kami terima

Meskipun kami merasa sudah sangat dekat dengan klien ini, namun siapa yang menyangka dia melakukan tindakan ini. Seharusnya kami tetap waspada, untuk tidak percaya begitu saja apabila sudah menyangkut perpindahan file ke komputer lain -atau hal sejenisnya.

Kebijakan baru ini, mengenai tidak menerima pembayaran secara partial atau sebagian (menggunakan uang muka dahulu), adalah bentuk antisipasi kami agar kejadian buruk semacam ini tidak terulang.