You are currently viewing Jengkel!. Jasa Skripsi Kok Malah Minta Bimbingan ke Mahasiswa (Klien)

Jengkel!. Jasa Skripsi Kok Malah Minta Bimbingan ke Mahasiswa (Klien)

Bagaimana perasaan kalian jika memakai jasa skripsi yang seharusnya membantu meringankan beban kalian, namun malah bertanya dan meminta penjelasan yang seharusnya mereka ketahui? (menambah beban). Inilah yang akan kita bahas dalam artikel ini.

 

Kisah Siska yang Sangat Fatal Salah Memilih Jasa Skripsi Instagram

Pada bulan Februari 2024, kami di Skripsi Express menerima pesan dari seorang klien yang kami sebut Siska, sebuah nama samaran untuk melindungi privasi klien kami. Siska, seorang mahasiswa di Jawa Timur, menghubungi kami dengan rasa jengkel yang mendalam.

Siska telah memesan jasa skripsi rumahan seharga Rp800.000 rupiah untuk merevisi Bab 1 dan Bab 2 skripsinya. Menurut kami, harga tersebut adalah harga yang wajar. Namun, apa yang terjadi selanjutnya membuat Siska merasa sangat jengkel.

Siska dan Jasa Skripsi: Awal dari Masalah

Setelah mentransfer biaya, Siska mulai menjelaskan bagian mana saja yang perlu direvisi. Namun, respons dari penyedia jasa skripsi tersebut membuatnya merasa jengkel. Penyedia jasa tersebut malah menanyakan spesifik revisi yang diminta oleh dosen Siska. Padahal, tugas penyedia jasa skripsi adalah untuk merevisi berdasarkan keterangan singkat revisi yang diberikan oleh klien.

Siska merasa jengkel karena penyedia jasa tersebut seharusnya sudah tahu bagaimana skripsi yang benar dan tidak perlu menanyakan hal spesifik kepada klien.

Dalam curhatannya kepada kami, Siska menjelaskan bahwa penyedia jasa tersebut terus menanyakan spesifiknya seperti apa, padahal seharusnya penyedia jasa tersebut yang mencari tahu bagaimana maksud dari dosen tersebut.

Perdebatan yang Tak Kunjung Usai

Perdebatan antara Siska dan penyedia jasa skripsi tersebut semakin memanas. Siska merasa jengkel karena penyedia jasa tersebut tampaknya tidak mengerti tentang apa yang harus diperbaiki dan malah banyak bertanya kepada Siska. Penyedia jasa tersebut selalu mengatakan bahwa mereka membutuhkan keterangan spesifik tentang revisi yang harus dilakukan.

Bagi kami di Skripsi Express, hal ini tentu saja salah. Sebagai penyedia jasa skripsi, mereka seharusnya tahu standar skripsi apa yang benar dan mereka harus bisa membuat skripsi yang benar. Jika mereka bertanya tentang bagian mana yang harus diperbaiki, itu sudah menunjukkan bahwa mereka tidak becus dan tidak memiliki kemampuan untuk membuat skripsi.

Pengembalian Dana yang Ditolak

Dalam kejengkelannya, Siska kemudian mengajukan permintaan pengembalian dana karena merasa bahwa penyedia jasa skripsi tersebut tidak becus mengerjakan skripsinya.

Namun, alih-alih mendapatkan pengertian, penyedia jasa tersebut malah marah-marah dan mengatakan bahwa pengembalian dana tidak bisa dilakukan karena sudah terbayarkan.

Kejadian ini kemudian memicu perdebatan yang lebih sengit lagi hingga akhirnya Siska memutuskan untuk tidak menghubungi penyedia jasa tersebut lagi.

 

Menemukan Harapan Baru di Skripsi Express

Setelah sekitar satu bulan semenjak kejadian itu, Siska menemukan jasa skripsi kami, Skripsi Express. Kami tidak memerlukan penjelasan detail dari Siska tentang bagian mana yang harus diperbaiki. Dengan keahlian kami dalam membuat skripsi, kami sudah tahu bagian mana yang perlu diperbaiki.

Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi klien kami dan memastikan bahwa mereka merasa puas dengan hasil kerja kami. Kami di Skripsi Express selalu berusaha untuk memahami kebutuhan klien kami dan memberikan solusi terbaik untuk mereka.

5 1 vote
Berikan Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments