You are currently viewing Kerangka Skripsi: Pengertian, Wujud, dan Apa Saja di Dalam nya

Kerangka Skripsi: Pengertian, Wujud, dan Apa Saja di Dalam nya

Kerangka skripsi atau Outline Skripsi adalah rencana awal yang memberikan gambaran umum tentang struktur dan isi skripsi yang akan ditulis. Kerangka ini mencakup poin-poin utama yang akan dibahas di setiap bagian skripsi, seperti pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penulisan skripsi berjalan terstruktur dan sistematis, serta mencakup semua elemen penting yang diperlukan untuk penelitian yang komprehensif.

Untuk memberikan pemahaman dasar, seperti ini lah bentuk kerangka skripsi secara umum nya:

Contoh Kerangka Skripsi Universitas Brawijaya
Contoh Kerangka Skripsi Universitas Brawijaya

Kerangka skripsi sendiri bisa berbeda- beda wujudnya sesuai kebijakan universitas masing- masing. Ada yang sederhana dengan meminta beberapa hal saja, ada juga yang konpleks.

Gambar diatas hanyalah salah satu contoh yang kami ambilkan dari salah satu klien kami dari Universitas Brawijaya. Mari kita selami lebih dalam, dengan membahas hal pertama yaitu tentang apa saja yang ada di dalam kerangka skripsi tersebut.

 

Bagian- bagian dari Kerangka Skripsi

  1. Judul: Menyajikan topik utama dari penelitian.
  2. Latar Belakang Masalah: Menguraikan konteks dan alasan pentingnya penelitian.
  3. Rumusan Masalah: Pertanyaan penelitian atau permasalahan yang akan dijawab.
  4. Tujuan Penelitian: Menjelaskan apa yang ingin dicapai melalui penelitian.
  5. Manfaat Penelitian: Menguraikan kontribusi teoretis dan praktis dari penelitian.
  6. Tinjauan Pustaka: Menyajikan kajian literatur yang relevan dan mendukung penelitian.
    1. Kajian Teoretis: Di sini kita membahas teori-teori utama yang terkait topik penelitian kita. Misalnya, jika kita meneliti tentang motivasi belajar, kita perlu menyebutkan teori- teori tersebut, dan penjelasan singkat nya.
    2. Studi Empiris Terdahulu: Bagian ini menuliskan penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik skripsi yang dibuat. Kita tidak perlu menjelaskan apa yang ditemukan oleh penelitian-penelitian tersebut, namun hanya cukup menuliskan daftar pustaka dari penelitian tersebut saja.
    3. Identifikasi Kesenjangan Penelitian: Di sini kita mencari apa yang belum diteliti atau masih kurang dalam penelitian sebelumnya. Misalnya, “Meskipun banyak penelitian tentang motivasi, masih sedikit yang meneliti bagaimana motivasi dipengaruhi oleh lingkungan belajar.”
  7. Kerangka Teoritis: Model konseptual yang menggambarkan hubungan antara variabel-variabel penelitian, dibangun berdasarkan teori-teori yang telah dibahas dalam kajian teoretis.
  8. Hipotesis (jika ada): Pernyataan yang dapat diuji melalui penelitian (khusus untuk penelitian kuantitatif).
  9. Metode Penelitian:
    • Jenis Penelitian: Pendekatan penelitian yang digunakan (dapat bersifat kualitatif, kuantitatif, atau campuran).
    • Metode penelitian: Desain penelitian yang menggambarkan kerangka kerja yang digunakan untuk mengatur dan mengintegrasikan berbagai komponen penelitian secara logis sehingga tujuan penelitian dapat tercapai (Survei, Studi Kasus, Eksperimen, Observasi, Wawancara).
    • Lokasi penelitian: Lokasi penelitian merujuk pada tempat geografis atau lingkungan umum di mana penelitian dilakukan. Ini bisa mencakup negara, kota, desa, sekolah, universitas, perusahaan, atau area lain yang lebih luas.
    • Situs penelitian: merujuk pada tempat spesifik atau unit yang lebih kecil di dalam lokasi penelitian di mana data sebenarnya dikumpulkan. Situs ini bisa lebih spesifik seperti satu kelas di sekolah, satu departemen dalam perusahaan, atau satu rumah tangga di sebuah desa.
    • Waktu penelitian: Waktu penelitian mencakup periode ketika penelitian dilakukan, termasuk waktu untuk pengumpulan data dan analisis.
    • Populasi dan sampel: Populasi adalah keseluruhan subjek yang menjadi fokus penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk diambil datanya. Teknik pengambilan sampel bisa bermacam-macam, seperti random sampling, stratified sampling, atau purposive sampling, tergantung pada tujuan dan desain penelitian.
    • Teknik pengumpulan data: Metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan. Metode ini bisa berupa wawancara, kuesioner, observasi, atau studi dokumentasi. Pemilihan teknik pengumpulan data harus sesuai dengan jenis data yang diperlukan dan tujuan penelitian.
    • Teknik analisis data: Metode yang digunakan untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan sehingga dapat menjawab pertanyaan penelitian. Teknik analisis data bisa bersifat kuantitatif, seperti analisis statistik, atau kualitatif, seperti analisis isi atau analisis tematik. Pilihan teknik analisis data harus sesuai dengan jenis data dan tujuan penelitian.

Catatan: Contoh diatas merupakan format lengkap yang tidak selalu Anda butuhkan

Perlu untuk dicatat, diatas adalah format kerangka skripsi yang paling lengkap. Beberapa poin diatas mungkin ada yang tidak diminta oleh universitas/ dosen pembimbing Anda.

Anda bisa melihat gambar bentuk kerangka skripsi di bagian awal yang kami tuliskan, ya kan?. Itu adalah kerangka skripsi dari Universitas Brawijaya. Disana, pihak universitas Brawijaya, tidak meminta mahasiswanya menuliskan “Kerangka Teoritis”. Namun, universitas lain (misalnya: Binus atau UI), mungkin meminta nya.

Sehingga, lihat dulu template kerangka skripsi dari universitas Anda, dan gunakan itu sebagai pedoman pembuatan. Apa yang kami tuliskan disini adalah contoh umum, yang perlu dimodifikasi sesuai permintaan dari pihak universitas Anda.

Penjelasan lebih lanjut mengenai bagian tertentu

Untuk bagian “Studi Empiris Terdahulu”, memang tidak perlu dituliskan penjelasan tentang penelitian tersebut. Cukup daftar pustaka mengenai penelitian tersebut. Karena ini adalah “Kerangka skripsi”, bukan membuat skripsi atau membuat proposal skripsi. Penjelasan lebih detail mengenai penelitian tersebut, akan dibahas nanti ketika membuat proposal skripsi.

 

Contoh Kerangka Skripsi

Kerangka Skripsi tentang: Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Akademik Siswa SMA


Judul:

Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Akademik Siswa SMA di Jakarta

Latar Belakang Masalah:

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang mempengaruhi prestasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana motivasi belajar berperan dalam meningkatkan prestasi siswa di SMA Jakarta.

Rumusan Masalah:

  1. Bagaimana tingkat motivasi belajar siswa SMA di Jakarta?
  2. Apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar dan prestasi akademik siswa?

Tujuan Penelitian:

  1. Mengidentifikasi tingkat motivasi belajar siswa.
  2. Menganalisis hubungan antara motivasi belajar dan prestasi akademik.

Manfaat Penelitian:

  • Teoretis: Menambah wawasan tentang peran motivasi dalam pendidikan.
  • Praktis: Memberikan rekomendasi kepada sekolah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Tinjauan Pustaka:

  1. Kajian Teoretis: Teori motivasi Maslow, Teori dua faktor Herzberg, Teori lingkungan belajar.
  2. Studi Empiris Terdahulu: Studi oleh Anderson (2018), Brown (2019), dan Clark (2020).
  3. Identifikasi Kesenjangan Penelitian: Masih kurang penelitian yang menghubungkan motivasi belajar dengan faktor lingkungan di SMA Jakarta.

Kerangka Teoritis:

Model konseptual yang menggambarkan hubungan antara motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan prestasi akademik.

Hipotesis:

  1. Terdapat hubungan positif antara motivasi intrinsik dengan prestasi akademik.
  2. Terdapat hubungan positif antara motivasi ekstrinsik dengan prestasi akademik.

Metode Penelitian:

  1. Pendekatan dan Desain Penelitian: Kuantitatif dengan desain korelasional.
  2. Lokasi dan Waktu Penelitian: SMA di Jakarta, periode Januari-Maret 2024.
  3. Populasi dan Sampel: Siswa kelas XI, sampel 100 siswa.
  4. Teknik Pengumpulan Data: Kuesioner dan wawancara.
  5. Teknik Analisis Data: Analisis regresi.

 

Kerangka Skripsi tentang: Peran Media Sosial dalam Mempengaruhi Perilaku Konsumtif Remaja


Judul:

Peran Media Sosial dalam Mempengaruhi Perilaku Konsumtif Remaja di Kota Bandung

Latar Belakang Masalah:

Penggunaan media sosial yang meningkat di kalangan remaja telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk perilaku konsumtif. Penelitian ini akan mengeksplorasi sejauh mana media sosial mempengaruhi keputusan pembelian remaja di Kota Bandung.

Rumusan Masalah:

  1. Bagaimana intensitas penggunaan media sosial oleh remaja di Kota Bandung?
  2. Bagaimana pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumtif remaja?

Tujuan Penelitian:

  1. Mengetahui tingkat penggunaan media sosial di kalangan remaja.
  2. Menganalisis dampak media sosial terhadap perilaku konsumtif.

Manfaat Penelitian:

  • Teoretis: Menambah literatur mengenai pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumtif.
  • Praktis: Memberikan wawasan bagi orang tua dan pendidik dalam memahami pengaruh media sosial.

Tinjauan Pustaka:

  1. Kajian Teoretis:
    1. Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2009). Theories of Human Communication (9th ed.). Waveland Press. (Teori Komunikasi Massa)
    2. Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. (2010). Consumer Behavior (10th ed.). Prentice Hall. (Teori Perilaku Konsumtif)
    3. Cialdini, R. B. (2006). Influence: The Psychology of Persuasion. Harper Business. (Teori Pengaruh Sosial)
  2. Studi Empiris Terdahulu:
    1. Davis, R. A. (2019). The Impact of Social Media on Consumer Behavior: A Study of Instagram and Snapchat Users. Journal of Marketing Research, 56(4), 562-579.
    2. Smith, J. K. (2020). Exploring the Effects of Social Media Marketing on Brand Loyalty in the Fashion Industry. International Journal of Business and Management, 15(3), 45-60.
    3. Williams, M. L. (2021). Social Media Usage and Its Influence on Purchasing Decisions Among Adolescents. Journal of Consumer Research, 47(2), 203-219.
  3. Identifikasi Kesenjangan Penelitian: Penelitian sebelumnya belum banyak membahas pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumtif secara spesifik di Kota Bandung.

Kerangka Teoritis:

Model konseptual yang menggambarkan hubungan antara intensitas penggunaan media sosial, jenis konten yang dikonsumsi, dan perilaku konsumtif remaja.

Hipotesis:

  1. Terdapat hubungan positif antara intensitas penggunaan media sosial dengan perilaku konsumtif remaja.
  2. Konten promosi di media sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian remaja.

Metode Penelitian:

  1. Pendekatan dan Desain Penelitian: Kuantitatif dengan desain survei.
  2. Lokasi dan Waktu Penelitian: SMA di Kota Bandung, periode April-Juni 2024.
  3. Populasi dan Sampel: Remaja usia 15-18 tahun, sampel 120 responden.
  4. Teknik Pengumpulan Data: Kuesioner dan analisis konten.
  5. Teknik Analisis Data: Analisis regresi dan korelasi.

 

Template Kerangka Skripsi

Template teks kerangka skripsi

Jika saat ini Anda sedang membuat kerangka skripsi, template teks ini bisa Anda gunakan tanpa perlu Anda menuliskan ulang. Silahkan dipakai:

  1. Judul:
  2. Latar Belakang Masalah:
  3. Rumusan Masalah:
  4. Tujuan Penelitian:
  5. Manfaat Penelitian:
  6. Tinjauan Pustaka:
    1. Kajian Teoretis:
    2. Studi Empiris Terdahulu:
    3. Identifikasi Kesenjangan Penelitian:
  7. Kerangka Teoritis:
  8. Hipotesis (jika ada):
  9. Metode Penelitian:
    • Pendekatan dan desain penelitian:
    • Lokasi dan waktu penelitian:
    • Populasi dan sampel:
    • Teknik pengumpulan data:
    • Teknik analisis data:

Download Template File Kerangka Skripsi

Jika Anda membutuhkan template kerangka skripsi berupa file (Google Docs atau MS. Word), Anda bisa mengunduhnya disini:

[KLIK UNDUH]

 

Tanya Jawab

Apa perbedaan antara kerangka skripsi, outline skripsi dan rancangan skripsi?

Sebenarnya, kerangka skripsi, outline skripsi, dan rancangan skripsi merujuk pada konsep yang sama, yaitu panduan atau blueprint yang menguraikan struktur dan alur penelitian yang akan dilakukan, mencakup bagian-bagian utama seperti judul, latar belakang, rumusan masalah, dan metode penelitian.

Apakah variabel tidak diperlukan dalam pembuatan kerangka skripsi ini?

Sepengalaman kami, di banyak universitas, variabel tidak diminta. Banyak permintaan pembuatan rancangan skripsi oleh klien kami, dan kebanyakan template/ persyaratan mereka, tidak meminta untuk menyertakan variabel ini.

Namun, ada beberapa universitas yang memintanya. Contohnya, ada klien kami dari Binus yang dimana dia diminta menyertakan 10 variable independent dalam mengajukan kerangka skripsi ini.

Sehingga, jawaban konkretnya adalah: Tergantung permintaan dari pihak universitas Anda.

Apakah ada hal selain bagian- bagian yang telah disebutkan sebelumnya yang harus ada di dalam kerangka skripsi?

Ya, ada. Hal apa saja yang harus disertakan dalam kerangka skripsi, sepenuhnya tergantung dari permintaan dari pihak universitas Anda. Ada yang meminta referensi jurnal dari internasional, ada juga yang tidak.

Memberikan contoh kasus yang pernah kami alami, ada klien kami dari Binus (klien yang sama dari contoh sebelumnya), yang dalam membuat kerangka skripsi, dia diminta untuk menyertakan 10 referensi jurnal internasional -yang dimana hal ini sangat jarang diminta oleh pihak universitas lain.

Contoh persyaratan kerangka skripsi dari Binus University

Dosen saya meminta menyertakan daftar pustaka. Dari mana saya mendapatkan nya?.

Seharusnya daftar pustaka dalam penyusunan kerangka skripsi, tidak perlu disertakan. Karena XXX. Namun, jika dosen Anda memintanya, Anda bisa menuliskan daftar pustaka dari berbagai teori yang telah dibahas pada bagian: Tinjauan pustaka –> Kajian Teoritis. Disana ada beberapa teori yang perlu Anda gunakan untuk membuat skripsi kan?. Tuliskan daftar pustaka dari teori tersebut.

Untuk gaya penulisan daftar pustaka, Anda bisa menggunakan gaya penulisan APA  (American Psychological Association), yang sering digunakan dalam penulisan skripsi di Indonesia.

Apakah kerangka skripsi adalah bagian dari skripsi itu sendiri?.

Tidak, kerangka skripsi bukan bagian dari skripsi yang ditulis secara formal, tetapi merupakan panduan untuk membantu menyusun dan merencanakan isi skripsi.

Apakah kerangka skripsi nanti perlu dilampirkan dalam skripsi?

Tidak, kerangka skripsi tidak perlu dilampirkan dalam skripsi. Ini adalah alat bantu untuk penulis skripsi, dan untuk mengajukan persyaratan dalam pembuatan skripsi kepada dosen pembimbing.

Kapan mahasiswa diminta membuat kerangka skripsi?.

Mahasiswa biasanya diminta membuat kerangka skripsi sebelum mulai menulis skripsi, untuk mendapatkan persetujuan dan panduan dari dosen pembimbing.

Kerangka skripsi dikumpulkan kepada siapa?

Kerangka skripsi biasanya dikumpulkan kepada dosen pembimbing atau panitia pembimbing skripsi di fakultas masing-masing untuk mendapatkan persetujuan dan masukan.

Apakah penulisan ‘Kajian Teoritis’ dan ‘Studi Empiris Terdahulu’ harus ditulis memakai format daftar pustaka?

Tidak harus, dan tergantung permintaan masing-masing universitas. Beberapa universitas mungkin mengharuskan penulisan dengan format daftar pustaka, sementara yang lain mungkin tidak. Pastikan untuk mengikuti pedoman yang diberikan oleh universitas atau dosen pembimbing Anda.

 

Penutup

Gunakan Layanan Kami untuk Membantu Membuat Kerangka Skripsi

Skripsi Express adalah penyedia layanan skripsi yang membantu mahasiswa dalam membuat skripsi. Kami menyediakan layanan konsultasi gratis, hingga penyusunan skripsi. Silahkan lihat berbagai macam paket skripsi yang kami tawarkan untuk kebutuhan Anda.

Kami yakin, dengan menggunakan layanan kami, Anda bisa dengan lebih cepat membuat skripsi nya, tanpa perlu melalui kebingungan yang besar. Karena ada tim kami dengan kompetensi yang besar, yang siap membantu Anda.

Cara Membuat Kerangka Skripsi

Telah kami jelaskan diatas tentang kerangka skripsi. Namun, Anda pasti membutuhkan panduan untuk membuat kerangka skripsi yang baik dan benar, bukan?. Kami memiliki panduan khusus mengenai in. Silahkan baca di: XXX

0 0 votes
Berikan Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments